Kamu orang Indonesia ? Sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia tapi yakin sudah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar? Sebenarnya apa sih definisi berbahasa Indonesia dengan baik dan benar?

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar adalah menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan konteks. Jadi, misalnya sedang bercakap-cakap dengan teman, tidak perlu menggunakan ragam bahasa Indonesia yang terlalu baku. Sebaliknya, dalam suasana formal seperti kuliah, seminar, diskusi formal, dll) sebaiknya kita menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Selain itu, dalam menulis esai, karya ilmiah, dan skripsi sudah sepantasnya kita menggunakan tata bahasa Indonesia yang baku. Selain itu, kita juga harus bisa membedakan ragam bahasa lisan dan tulisan.

Ejaan bahasa (pusatbahasaalazhar.info)

Ejaan bahasa (pusatbahasaalazhar.info)

Nah, sebenarnya apa saja kata-kata yang selama ini masih sering salah kaprah digunakan oleh mahasiswa dalam membuat tugas karya ilmiahnya? Simak ulasan berikut ini.

1. Sekedar atau Sekadar?

Selama ini, saat ngobrol biasa maupun dalam karya tulis, kita sering menjumpai kata ‘sekedar’. Padahal kenyataannya, yang benar adalah ‘sekadar’. Baru tahu ya?

2. Di makan atau dimakan?

Ini adalah kesalahan yang masih sering dilakukan oleh sebagian mahasiswa. Katanya mahasiswa tapi tidak bisa membedakan antara kata imbuhan dan keterangan. Yang benar adalah ‘dimakan’. Mengapa? Karena, ‘di’ dalam kata ‘dimakan’ (tidak dipisah) merupakan imbuhan, bukan keterangan. Jika ‘di’ adalah keterangan, maka contoh penggunaannya adalah ‘di rumah’, ‘di kampus’, ‘di restoran’, dan lain-lain (dengan ‘di’ dipisah dengan kata di depannya). Bedakan ‘di’ sebagai imbuhan dan sebagai keterangan ya.

3. Managemen atau manajemen?

Nah, untuk kata yang merupakan kata serapan dari bahasa asing, biasanya sering terjadi salah kaprah. Masih banyak orang yang menuliskan ‘manajemen’ (benar) menjadi ‘managemen’ (salah). Hati-hati ya kalau menulis kata yang merupakan kata serapan. Cek terlebih dahulu di KBBI kalau belum yakin. Kan malu kalau titelnya mahasiswa tapi nulis ‘manajemen’ aja masih salah.

4. Jaman atau zaman?

Ini adalah kata yang sangat sepele tetapi masih sering salah dalam penerapannya. Kata yang benar adalah ‘zaman’. Begitu pula dengan ‘izin’, ‘jenazah’, ‘ijazah’.

5. Milyar atau miliar?

Dalam menyebutkan nominal uang, orang masih sering salah menuliskannya. Yang benar adalah ‘miliar’. Begitu pula dengan ‘triliun’ yang masih sering ditulis ‘trilyun’ dan ‘biliun’ yang masih sering ditulis ‘bilyun’.

6. Analisa atau analisis?

Tentu yang benar adalah ‘analisis’, meski masih banyak yang menggunakan kata ‘analisa’. Analisis merupakan kata serapan dari ‘analysis’. Kata yang mirip dengan ini adalah ‘diagnosis’ yang masih sering ditulis ‘diagnosa’.

7. Terimakasih atau terima kasih?

Nah, selama ini masih sangat sering dijumpai orang yang menuliskan kata ‘terimakasih’. Padahal yang benar adalah ‘terima kasih’ (dipisah). Terlihat sepele ya? Begitu pula dalam kata ‘tanda tangan’ dan ‘tanggung jawab’. Namun, apabila kata tersebut mendapat imbuhan depan (prefiks) dan belakang (sufiks) akan disatukan menjadi ‘ditandatangani’ (di-tanda tangan-i) dan ‘pertanggungjawaban’ (per-tanggung jawab-an).

Sebenarnya masih ada banyak lagi kata yang masih sering salah penggunaannya. Bagaimana untuk mengetahui ragam bahasa Indonesia yang baku? Cukup dengan membuka kamus dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jika belum memiliki cukup uang untuk membeli Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)—karena harganya memang cukup mahal—kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa membuka KBBI online (daring) via laptop atau smartphone kamu. Selain itu, kamu juga bisa mengunduh KBBI offline (luring) di playstore. Gampang kan? Sudah mahasiswa malu dong kalau belum tahu kata-kata baku yang cukup sering digunakan.

Kalau Gooders sering salah menggunakan kata apa? Sharing di kolom komentar ya, supaya kita sama-sama belajar dan makin cinta Bahasa Indonesia.

Santai aja ya bacanya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *