Seperti dilansir www.uii.ac.id, UII semakin memantabkan persiapan menuju pendirian Lembaga Pengujian Halal. Hal ini didasari fakta bahwa jumlah populasi muslim dunia yang diperkirakan mencapai 2,2 milyar pada tahun 2030 harus disambut Indonesia dengan proaktif.

Pertumbuhan populasi muslim tersebut akan mendorong berbagai potensi ekonomi Syariah global, dan akibatnya akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan permintaan produk halal. Mensikapi fenomena tersebut, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia sudah seharusnya mengambil peran melalui penguatan kapasitas sertifikasi halal.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dalam penandatanganan nota kesepahaman antara UII dengan Halal Science Center, Universitas Chulalongkorn (HSC UC), Thailand. Penandatanganan berlangsung di Gedung Pusat Penelitian Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand, Selasa (11/03).

Source: uii.ac.id

Source: uii.ac.id

“UII memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap penguatan kapasitas sertifikasi halal melalui pendirian lembaga pengujian halal. Saat ini tengah dikaji agar lembaga tersebut dapat segera dibuka,” ungkap Harsoyo.

Pada kesempatan itu Rektor UII juga menambahkan, dalam kerjasama UII-HSC UC yang mencakup bidang kolaborasi penelitian dan pengembangan produk halal tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sertifikasi halal hingga pada level kawasan Asia Tenggara.

HSC UC hingga saat ini telah menjadi lembaga pengujian halal terkemuka di Thailand. Selain telah menjadi mitra tetap The Central Islamic Committee of Thailand dalam sertifikasi halal, lembaga ini juga mendapat dukungan dana dari Pemerintah Kerajaan Thailand.

Sementara itu, Direktur HSC UC, Assoc. Prof. Dr. Winai Dahlan menyambut gembira kerjasama dengan UII yang telah dirintis sejak tahun lalu. “Kami melihat potensi yang positif dari kolaborasi ini. Ada banyak hal di depan yang dapat kita kerjakan bersama UII,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Reformasi Nasional Kerajaan Thailand tersebut.

Selain itu, Prof. Winai juga menegaskan pentingnya kolaborasi sertifikasi halal antarnegara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. “Kita mengemban tugas yang sama dengan membantu masyarakat muslim mengenali produk halal. Oleh karenanya kerjasama ini memiliki potensi strategis yang harus dioptimalkan,” tambahnya.

Dikatakan Dekan Fakultas MIPA UII, Dr. Allwar yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, kerjasama UII-HSC UC tersebut juga mencakup program pelatihan serta pertukaran mahasiswa, staf peneliti dan profesor. “Kolaborasi ini membuka peluang bagi UII untuk mengakselerasi pendirian lembaga pengujian halal,” tambahnya di akhir pertemuan.

 

Sumber: uii.ac.id

About

Redaksi Isigood.com menerima kiriman tulisan yang sesuai dengan rubrik yang ada. Baca ketentuannya di halaman "Kirim Tulisan" pada bagian atas situs ini. Kirim tulisanmu ke hzhafiri@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *