Sebuah lomba esai untuk mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Bekerjasama dengan KBRI, perusahaan maupun perseorangan, FPCI menyeleksi seluruh esai yang masuk untuk kemudian diumumkan satu orang pemenang. Dia yang beruntung akan mendapatkan kesempatan magang di Washington DC selama kurang lebih satu bulan di sebuah institusi yang ditentukan oleh penyelenggara.

Melalui program yang disponsori Dr. Dino Pati Djalal ini, lomba tersebut mengusung tema “The Right Kind of Indonesian Internasionalim in The 21st Century”. Dalam ajang ini, peserta tidak hanya didorong untuk berpikir tentang kebijakan luar negeri. Namun, mereka juga diberi kesempatan untuk merasakan pengalaman berhadapan langsung dengan dinamika urusan internasional. Nah, bagaimana? Kamu tertarik?

Bila kamu tertarik, simak keterangannya berikut ini ya!

Premis dasar dari pertanyaan esai ini adalah bahwa kemakmuran, kemajuan, dan keamanan Indonesia di Abad ke-21 akan berpengaruh lebih besar dengan dunia. Kapasitas yang kuat untuk menarik sumber daya global seperti pasar, modal, ide, teknologi, sumber daya alam, inovasi, pengetahuan, instrastruktur, dan diaspora di luar perbatasan Indonesia, datang dengan strategi internasional yang tepat untuk mencapai tujuan nasional.

Pertanyaan-pertanyaan penelitian yang mungkin kamu gunakan adalah:

1. Bagaimana kamu mendefinisikan atau menggambarkan internasionalisme? Apa yang terjadi ketika kita melakukan diplomasi tanpa rasa internasionalisme? Apakah internasionalisme dan nasionalisme itu kompatibel? Mana yang lebih penting dalam urusan internasional: kekuasaan atau rasa hormat? Bagaimana Indonesia harus memandang dunia dan bagaimana kita harus merangkul dan melibatkan dunia itu?

2. Mengapa internasionalisme diperlukan bagi Indonesia untuk berhasil dalam Abad ke-21? Apa jenis internasionalisme yang salah untuk Indonesia? Apa pelajaran kebijakan luar negeri untuk Indonesia dari Abad ke-20? Isu apa yang paling penting bagi kita? Apa yang mencegah kita dari isu-isu tersebut secara efektif? Negara apa yang penting bagi Indonesia dan mengapa ia menjadi penting? Apakah kita siap untuk mengglobal? Apa yang mencegah kita dari upaya optimalisasi sumber daya global untuk pembangunan nasional dan bagaimana kita memperbaikinya?

Jelaskan contoh-contoh kebijakan mengacu pada contoh perbandingan internasionalisme dari negara lain. Buat karya orisinalmu. Hindari plagiarisme dan jadilah orang yang bijaksana! Jangan malu untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan jargon ya!

Kata kunci yang berguna misalnya seperti xenophobia, teori konspirasi nasionalisme sempit, konektivitas, kemitraan, globalisasi, dan lain-lain. Tetapi, kamu juga bisa lho menggunakan kata kuncimu sendiri.

Tulis esaimu dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia dengan panjang 1500-2500 kata. Kirim ke alamat email: dpd.internationalism@fpcindonesia.org sebelum tanggal 1 April 2015!

Peserta yang lolos akan diumumkan pada bulan Desember. Dalam magang ini kamu akan mendapatkan fasilitas berupa tiket penerbangan, akomodasi, asuransi, tunjangan, dan masih banyak lagi!

Info selengkapnya silakan hubungi Irfan (+62 878 7650 7488)

Pegiat timeline. Bisa ditemui dalam akun @ervinalutfi di Twitter dan Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *