Seandainya kita tidak ‘dibelenggu’ kewajiban dalam hidup ini, yaitu kewajiban kuliah dan menuntut ilmu … maka hidup ini rasanya akan begitu indah dan ringan. Begitu pula dengan hidupmu yang akhir-akhir ini mungkin merasa penat dan capek karena kuliah dan PR seabrek tak pernah lupa libur diberikan oleh dosen-dosenmu.

Baiknya memang tanpa kuliah, dan tanpa belajar, hidup akan terasa nyaman. Tiada beban dan tiada paksaan dalam hidup ini. Lalu bagaimana dengan masa depanmu? Apakah akan baik-baik saja tanpa kuliah? Apakah hidupmu akan baik-baik saja dengan otak tak terasah oleh ketrampilan hidup?

Nah, itu gunanya kuliah dan menuntut ilmu!

Sebenarnya tidak salah bila memaknai kuliah sebagai kewajiban. Memang sudah kewajiban bagi manusia untuk menuntut ilmu. Tapi semangat untuk melaksanakan kewajiban kadang bisa tinggi, dan kadang bisa luntur atau melorot drastis hingga ke titik nadir. Wajar kan, namanya saja juga manusia yang punya rasa bosan.

Jadi, untuk menguatkan komitmen melaksanakan kewajiban dibutuhkan KEYAKINAN, bukan keterpaksaaan atau kepatuhan gara-gara terpaksa. Namun untuk menumbuhkan keyakinan dan mempertahankannya tidaklah mudah.

Sudah banyak contoh yang membuktikan bahwa keyakinan bisa tergoda atau melenceng dari asalnya. Misalnya mahasiswa atau pelajar yang terjebak narkoba, atau terjerumus dalam pergaulan buruk. Di sinilah pentingnya pendidikan agama dan budi pekerti.

Membaca di perpustakaan (collegebound.net)

Membaca di perpustakaan (collegebound.net)

Well, sebenarnya ada tips yang memudahkan hal-hal diatas. Yaitu, anggaplah kuliah adalah KEBUTUHAN, bukan sekedar KEWAJIBAN. Bagaimana caranya? Simple, CINTAI-lah kuliahmu, maka kamu akan BUTUH. Maka, bila kamu sudah mencapai tingkatan itu, 18 hal di bawah ini akan menjadi DNA dalam pikiran dan mind-set-mu.

1. Mampu menyebutkan minimal 5 perusahaan bonafit, “Aku akan kerja dimana setelah lulus kuliah”, atau “Aku mau mandiri sebagai pebisnis”.

Ketika kamu meyakini sesuatu, maka kamu akan mampu melihat masa depanmu. Inilah yang dinamakan Visi.

2. Membangun network dengan alumni atau pihak-pihak terkait di perusahaan-perusahaan tersebut.

Caranya bisa bermacam-macam. Yaitu dengan menjadi panitia Studi Banding atau ketika magang kerja. Inisiatif untuk membangun network ini adalah langkah selanjutnya dari Visi pada nomor 1.

3. Memahami bahwa Dosen Juga Manusia

Mereka punya kekurangan dan punya kelebihan, dengan berbagai karakter yang berbeda-beda, Resapilah betul-betul, serta baca artikel di bawah ini, kemudian bentuklah mind-set dan strategi. Berikut link artikelnya: Wahai Para Pengejar IPK Tinggi.

Nah, sekarang mulai paham kan, dosen akan lebih mudah diambil hatinya ketika mahasiswa juga mampu menunjukkan kapasitas soft-skill yang baik. Tapi ingat, ada beberapa mata kuliah yang kadar pembentukan soft-skill-nya tinggi, dan ada mata kuliah yang betul-betul dibanjiri oleh teori dan rumus.

4. Pasti kamu sudah membaca dulu materi kuliah sebelum kuliah dimulai.

Jangan ‘maju perang’ dengan kondisi nol, alias jangan masuk kelas dengan kondisi “I have no idea about the learning materials”. Prinsipnya, jangan berharap ‘disuapin’ sama dosen ketika kuliah di kelas. Kamu harus bisa ‘makan sendiri’ dan ‘cari makan’ secara cerdas dan mandiri.

Salah satu teknik  yang bisa kamu lakukan dengan kecintaan terhadap mata kuliah adalah,

a) Pahami maksud dan tujuan mata kuliah,

b) Pahami alur atau daftar isi buku/diktat/materi kuliah,

c) Baca buku/diktat dari chapter ke chapter secara umum,

d) Buatlah coret-coretan tentang alur dan materi pokok per chapter (Ingat: Ketika tangan, mata dan otak bekerja bersama-sama maka hasilnya akan lebih dahsyat), coretan-coretan anda harus menghasilkan sebuah MAP atau peta besar alur materi dan apa hubungan masing-masing di dalamnya. Maka, kamu akan bisa “melihat” dengan jelas, seperti apa mata kuliah yang diambil.

e) Kemudian baru memulai membaca detil materi per chapter yang akan menjadi bahan kuliah yang akan datang. Yup, kalau kamu sudah paham materi kuliahnya, maka kuliah di kelas akan terasa sangat mengasyikkan. Kamu akan lebih clear melihat masa depan yang cerah melalui perkuliahan yang kamu ikuti.  Asyik kan ….!

5. Kakak kelas adalah sumber informasi dan strategi, bertanya-tanya seperti apa sih karakter masing-masing dosen.

Dekatilah kakak-kakak kelasmu yang pasti sudah lebih berpengalaman tentang karakter dosen-dosenmu. Misalnya, bagaimana caranya memberi nilai, apakah hanya menitikberatkan ujian akhir, atau sangat proporsional dengan menghargai keaktifan diskusi di kelas, kualitas laporan, kualitas presentasi, kehadiran dan sebagainya. Lalu, karakter soal ujian apakah kerapkali closed book atau open book. Kamudian, tanyakan kepada kakak kelas, soal-soal apa saja yang keluar pada semester-semester yang lalu. Dan, jawaban-jawaban seperti apa yang memuaskan hati masing-masing dosen. Dengan mengetahui karakter-karakter tersebut, maka kamu akan lebih aware dan siap dengan medan perjuanganmu.

6. Punya inisiatif menyiapkan pertanyaan sebelum kuliah.

Inilah pentingnya membaca dulu materinya sebelum kuliah dimulai, dan bertanyalah ketika dipersilakan bertanya. Jangan diam saja ketika dosen berkata, “Ada pertanyaan?” Di sinilah ‘seni’nya. Banyak dosen yang sebenarnya tidak berharap kelasnya hening tanpa aktifitas dinamis. Jadi, kalau sampai kelas jadi hening, sebetulnya akan tercetak dalam persepsinya, “Ah, tidak ada mahasiswa yang istimewa, ternyata.” Maka, dosen akan semakin sulit diambil hatinya.

7. Angkat tangan, dan bertanya ketika dibuka sesi pertanyaan.

Berlatihlah cara bertanya yang elegan. Kalau terlalu sering bertanya hal-hal yang tidak substantif, dosen pasti akan bertanya-tanya dalam hatinya, “Ini kayaknya mau mengambil hati dosennya …” Ucapkan dengan jelas, dan langsung pada inti pertanyaannya.

8. Tidak harus sering-sering duduk paling depan di kelas.

Apalagi kalau kehadiran kamu ternyata mampu menghidupkan dinamika kelompok “mahasiswa duduk di belakang” (MDDB). Sehingga mereka tidak terangguk-angguk terbawa kantuk, dan justru mata jadi melek karena mahasiswa yang duduk di sampingnya membawa perhatian dan mata dosen ke melayang bangku-bangku di kelompok belakang. Tetapi, di dalam kelas berukuran besar, duduk di bagian belakang juga bersiko yaitu tidak jelas mendengarkan suara dosen, tampilan proyektor (PowerPoint) sulit terlihat dari belakang, dan suara anda harus lebih keras ketika bertanya.

9. Tidak pernah terfikirkan ‘Titip Tanda Tangan’ absensi kehadiran.

Ketika kamu tidak bisa hadir/masuk kuliah. Ingat, kejujuran (meski sepahit apapun) akan berujung pada kebaikan dalam kehidupan kita. Kalau sampai ketahuan oleh dosen, maka rusaklah susu sebelanga hanya gara-gara nila setitik. Hati sang dosen akan sangat kecewa oleh kebohongan mahasiswanya. Dan hati yang retak terkadang sulit disembuhkan.

10. Waduh, jangan sampai punya hobi “copy-paste” PR atau laporan teman.

Ini juga tentang masalah kejujuran, mirip dengan No.7. Kerjasama dengan teman ketika mengerjakan PR sudah menjadi hal yang lumrah. Namun kalau sampai hasil pekerjaannya sama ‘plek’, maka ini bisa menjadi permasalahan bagi mahasiswa.

11. Tidak mungkin tidak tahu: Syarat minimal jumlah kehadiran kuliah.

Kalau tidak terpaksa jangan sampai membolos. Biasanya syarat minimal kehadiran adalah 75%, untuk mengikuti Ujian Ahir Semester.

12. Kreatifitas tanpa batas hingga mendorong menggunakan beberapa warna (ballpoint, spidol, stabilo, pensil warna, dan sebagainya).

Jadi, dalam setiap pengerjaan PR, laporan dan ujian tengah semester serta ujian akhir, jangan segan-segan menggunakan berbagai warna. Terutama untuk menambah penjelasan dan penguatan pada jawabanmu. Tapi ingat, jangan terlalu mengarah kepada penggunaan warna-warni seperti anak TK. Dosen akan sangat menghargai kreatifitasmu.

13. Matikan HP, atau silent mode selama perkuliahan berlangsung.

Ketahuilah bahwa dosen akan sangat terganggu dengan suara dering HP di tengah-tengah perkuliahannya. Meski kadang ia juga kerap lupa mematikan HP-nya. Bila anda lupa mematikan HP, dan ternyata ada panggilan di tengah perkuliahan, maka segera matikan dan langsung meminta maaf kepada dosen. Dosenpun juga sebaiknya meminta maaf kepada mahasiswa apabila lupa mematikan HP-nya.

14. Kemampuan presentasi adalah kunci sukses yang tak terbantahkan.

Untuk bisa tampil hebat ketika berbicara di depan banyak orang memang membutuhkan waktu dan praktek berkali-kali. Harap ingat! Targetnya adalah kemampuan soft-skill mahasiswa, tidak hanya sebatas kemampuan kognitif. Nah, salah satu parameter yang paling umum digunakan para dosen adalah dengan mengamati performa mahasiwa ketika presentasi dan diskusi di depan kelas. Bacalah artikel-artikel dibawah ini untuk menambah wawasan anda tentang bagaimana tampil cemerlang dalam presentasimu, serta bagaimana memahami yang tentang tuntutan soft-skill di dunia kerja.

15. Aktif dalam sesi diskusi presentasi mahasiswa.

Bertanyalah kepada temanmu yang sedang presentasi di depan kelas dengan cara-cara yang elegan dan substantif. Jangan sampai menyerang temanmu dengan pertanyaan mematikan.

16. Menghindari ngobrol dengan teman selama perkuliahan berlangsung.

Harap diketahui, pandangan mata dosen bisa dengan mudah menyapu di setiap sudut kelas. Jadi, bisa dengan cepat melihat ada beberapa mahasiswa yang sedang mengobrol sendiri ketika dosen berbicara di depan kelas. Nah, kejadian seperti ini bila berlangsung berkali-kali bisa membuat dosen cepat ‘bete’. Ada sebagian dosen yang langsung menegur, dan ada pula yang malas menegur serta memendam perasaan saja.

17. Berbuat baik tanpa pamrih, misalnya jadi ketua kelas.

Bagi kamu yang mau dengan suka rela mengurusi orang lain, tanpa pamrih tertentu, maka inilah makna praktek pendidikan soft-skill yang paling mendasar. Lakukanlah dengan semangat Do The Best. Maka kebaikanmu akan mempengaruhi persepsi personal dosen terhadap dirimu.

18. Serius Mempersiapkan Kemampuan Bahasa Asing, dan menyempatkan membaca artikel-artikel di bawah ini.

Wahai para pengejar IPK tinggi

Wahai Para Pengejar IPK Tinggi, Jilid 2

Bagi Dosen & Mahasiswa, Inilah Koleksi Artikel Kewirausahaan Yang Bisa Disebarluaskan

Bagi Dosen & Mahasiswa, Inilah Koleksi Artikel Kewirausahaan Yang Bisa Disebarluaskan

 

Selamat mempraktekkan 18 tips tersebut dengan kecintaan, semoga sukses.

 

Disadur dan dikembangkan dari sumber isigood.com

 

Dosen JTSL Fakultas Teknik UGM, Ibu dari dua orang anak, Pecinta Lingkungan, Penggiat Konstruksi Bambu, Pejuang Beasiswa Tunas Indonesia Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *